Apa itu Foremilk dan Hindmilk?

ASI sering digambarkan memiliki dua bagian, yaitu foremilk dan hindmilk. Foremilk adalah susu yang dikeluarkan pada awal menyusui sedangkan hindmilk adalah susu yang dirilis di akhir.

Sampai saat ini, foremilk dianggap mengandung lebih sedikit lemak dan lebih sedikit kalori daripada hindmilk. Akibatnya, foremilk tampak jernih dan berair berwarna kebiruan, dan hindmilk berwarna putih bersih seperti susu sapi dan lebih lembut.

Ketika Anda membandingkan sampel foremilk dan hindmilk yang dikeluarkan dalam sesi menyusui yang sama, memang benar bahwa foremilk biasanya memiliki lebih sedikit lemak dan lebih sedikit kalori daripada hindmilk. Namun, jika Anda membandingkan sampel foremilk yang keluarkan pada satu sesi menyusui dengan sampel hindmilk yang keluarkan pada sesi menyusui yang lain, foremilk sebenarnya dapat mengandung lebih banyak lemak daripada hindmilk.

Kandungan lemak bervariasi dengan volume susu — semakin kecil volume susu, semakin tinggi kandungan lemaknya. Pola makan menentukan volume susu. Semakin lama periode waktu antara menyusui, semakin besar volume susu dan semakin rendah kandungan lemaknya. Ketika waktu di antara waktu menyusui singkat (1-2 jam), bayi mendapatkan susu tinggi lemak dalam jumlah kecil. Lebih banyak waktu di antara waktu menyusui (3 jam atau lebih) menyebabkan bayi mendapatkan susu rendah lemak dalam jumlah besar. Sebagian besar bayi mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan untuk tumbuh dengan mengikuti pola makan mereka sendiri yang unik.

Kepenuhan payudara adalah ukuran kandungan lemak. Semakin penuh payudara, semakin rendah kandungan lemak susu dan semakin besar perbedaan kadar lemak antara ASI yang diperoleh pertama kali dan ASI yang diperoleh terakhir. Semakin payudara terasa empuk, maka semakin tinggi kandungan lemak dan semakin sedikit perbedaan antara ASI yang didapat pada awal menyusui dan ASI yang diperoleh pada bagian akhir.

Salah satu hal menakjubkan tentang ASI adalah kemampuannya untuk berubah dari bulan ke bulan, dari minggu ke minggu, dari hari ke hari, pemberian makanan ke makanan, dan dari awal hingga selesai selama satu kali menyusui. Untuk memastikan bahwa bayi Anda mendapatkan semua lemak dan kalori yang ia butuhkan untuk tumbuh, menyusuilah saat bayi anda membutuhkan atau saat lapar dan terus menyusui sampai bayi Anda kenyang. Ingat, penting untuk selalu memperhatikan bayi Anda, bukan berpatokan pada jam, untuk tanda-tanda apabila ia mulai kelaparan dan merasa kenyang.